![]() |
| Tanaman Tembakau |
Media Online Pemuda Jerua - Petani tembakau pada musim tanam kali ini benar-benar terpukul dengan kenaikan harga BBM yang telah di tetapkan pemerintah beberapa waktu lalu.
Kenaikan BBM yang berkisar sekitar 10% berimbas dengan naiknya biaya produksi petani yang mencapai angka 40%. Karena itu pada musim panen tembakau bulan September sampai Oktober 2013 mendatang, petani mengharapkan peningkatan harga minimal 40%, sebanding dengan kenaikan produksi para petani tembakau tahun ini.
H. Saleh salah seorang petani tembakau asal Jerua, Desa Montong Beter Kecamatan Sakra Barat Lombok Timur, selasa (27/08/2013), kepada media online pemuda jerua mengungkapkan "Saya berharap ada keseimbangan antara tingginya biaya produksi dengan harga penjualan tembakau nanti, jika tidak dipastikan banyak petani yang akan merugi". Selain harapan itu, H. Saleh juga berharap ada kemitraan yang dibangun pemerintah dengan petani jangan sampai seperti sekarang ini kemitraan yang terbangun hanyalah kemitraan dengan gudang atau pembeli saja yang terbangun dimana petani seolah-olah tidak berdaya ketika harga tembakau di permainkan, jelasnya.
Dirinya mencontohkan, pada tahun lalu harga tembakau kelas I, perkuintal maksimal 3 juta rupiah, maka pada musim penjualan nanti diharapkan akan ada kenaikan hingga 3,5 sampai 4 juta rupiah perkuintal. "Kita harapkan ada kenaikan harga tembakau, minimal sama dengan kenaikan biaya produksi. Kalau biaya produksi nai 40%, maka idealnya harga tembakau juga naik 40%. Jika tidak, petani pasti merugi besar-besaran" tambah H. Saleh kepada Media Online Pemuda Jerua, Selasa (27/08/2013).
Dirinya mencontohkan lagi pada tahun lalu upah buruh petani sekitar Rp. 35.000 tapi kini dengan kenaikan BBM upah kerja sehari naik menjadi Rp.50.000 perhari, demikian juga dengan harga pupuk, pestisida dan bahan bakar omprongan semua naik, tuturnya. Terkait dengan penurunan pembelian tembakau oleh pihak pengusaha di NTB lalu, dirinya berharap tahun ini kejadian itu tidak akan terulang kembali, sehingga para petani khususnya tidak akan kesulitan dalam menjual tembakaunya.

0 komentar:
Posting Komentar